Sabtu, 20 April 2013

Jangan Pura-Pura - Roma 12 : 9

Hey  :) Hooo :D
 
saya baru selesai mengetik warta jemaat dan pujian mama.. hati rindu lagi untuk cuap-cuap disini ^_^
 
okeh,
saya mau cuap-cuap tentang KEPURA-PURAAN.
 
hem, didalam Firman Tuhan, di Roma 12 : 9 "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik”.
 
sooOOOOOOOOO....
mengasihi itu yang kata dasarnya adalah KASIH tidak boleh PURA-PURA
 
yak !
MENGASIHI TIDAK BOLEH PURA-PURA :)
 
seperti misalnya yah,, mendoakan seseorang disebuah persekutuan, berarti mendoakan seseorang dihadapan orang banyak,, TAPIIII, dibelakang orang yang didoakan tersebut, yang mendoakan ini kerjaannya hanya MEMBICARAKAN orang yang didoakan, DIBELAKANG orang yang didoakan itu.. tambahannya, mempengaruhi orang lain untuk ikut membicarakan orang yang dia doakan itu, dan jadi deh kumpulan orang yang membenci orang yang didoakan itu..
 
tuh kan, bahaya kan,
KASIH orang yang MENDOAKAN itu PURA-PURA
gak baik loh itu, berarti yah jahat kan...
 
tapi buat saya, yah tinggal menjauhi orang seperti itu,, karena 1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat, Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

jadii, klo masih sempet bergaul sama orang yang mengasihi dengan pura-pura, nanti kebiasaan baik yang ada dalam diri kita bisa rusak.. hati-hati bergaul yah :D
 
ehm, klo saya lebih baik menegur seseorang didepannya langsung, ketika orang itu melakukan kesalahan, jadi, tidak membicarakan orang itu dibelakangnya.. gituuuu..
 
tapi yang saya lakukan ini tetep ada konsekuensinya,,
yah orang yang saya tegur didepannya langsung itu pasti langsung tidak menyukai saya..
 
gpp, fine aja buat saya, karna basic saya menegur orang itu, karna saya begitu mengasihi orang itu, tanpa KEPURA-PURAAN, tanpa membicarakan orang itu dibelakangnya... saya menegur orang itu supaya orang itu bisa sesuai dengan Firman Tuhan, berhenti melakukan yang salah..
 
ada contoh lagi nih :)
dalam sebuah organisasi, jabatan apapun yang diperoleh, harus dapat dipertanggungjawabkan, misal di organisasi gereja, itu juga dipertanggungjawabkan ke Tuhan.
 
intinya, apapun yang kita lakukan selama kita hidup, klo kita adalah anak Tuhan, semua itu harus kita pertanggungjawabkan ke Tuhan,, pekerjaan kita, pergaulan kita, perkataan kita, tindakan kita, keluarga kita, apapun, selama diri kita berhubungan dengan sesuatu, maka itu harus kita pertanggungjawabkan,
 
jadi, kita gak sepele menjalani hidup, gak asal-asalan, segala sesuatunya pasti kita bawa dalam doa ke Tuhan tanpa kepura-puraan..
 
cuma anehnya,
mungkin karna masih MANUSIA, jadinya mungkin ini MANUSIAWI, saya juga gak tau sii..
 
kenapa saat yang sakit hati berkumpul/bergabung/bertemu dengan yang sakit hati juga hobinya cuma NGOMONGIN ORANG yah ???
 
trus kenapa masih bisa ngobrol/bergaul dengan org yang gak pernah ibadah, dan hobby nya ngomongin hal-hal yang gak jelas, tanpa memikirkan gimana caranya bisa bawa orang yang gak pernah ibadah ini untuk bisa ikut ibadah lagi,
 
saya aja bisa berfikir seperti itu, orang-orang itu ??? entahlah...
 
jadi, klo selama hidupp masih bertemu dengan orang-orang seperti itu, mari sama-sama bawa mereka dalam doa, supaya hidup mereka kembali ke Tuhan tanpa pura-pura.. dan mereka diselamatkan Tuhan.. amen..
 
buat saya pribadi, saat saya datang ke hadirat Tuhan, saya tidak boleh pura-pura, tidak boleh asal-asalan, tidak boleh sekedar saja tanpa menyembahNya, tanpa air mata sama sekali, tanpa ucapan terimakasih kepadaNya.. krn saya bukan siapa-siapa tanpa Tuhan..
 
bergantunglah pada Tuhanmu,, Tuhan Yesus Kristus :)

benita

Luka-Luka

oleh jari saya sendiri saya masih bisa bikin ini :)

kepingin cuap-cuap tentang yang saya alami ini,

TARAAAAAA.......

ini menurut cerita keluarga saya, masih sepotong-sepotong, kecelakaan ini terjadi tgl 28 Maret 2013 saat saya mengendarai scopink ke kantor

anehnya, saya sampai sekarang tidak ingat bagaimana semua ini bisa terjadi, hemm...

yang saya tau sekarang, kepala saya dijahit, tangan dan kaki saya luka-luka, badan saya sakit :(

menariknya, kecelakaan ini terjadi 1 hari sebelum saya berulang tahun,

sebenarnya tgl 28 Maret itu saya ingin pergi dengan seseorang yang tgl lahirnya sama dengan saya, kemudian tgl 29 Maret saya mau makan malam dengan keluarga, lalu tgl 30 Maret saya akan jalan-jalan dengan teman-teman saya,, dan akhirnya SEMUA ITU TIDAK TERJADI..

ketika saya sadar di rumah sakit, bulan sudah berubah menjadi april, kondisi saya sangat membuat saya tidak nyaman, saya tidak menangis, saya hanya manja krn rasa sakit yang saya rasakan

beberapa orang hadir menjenguk, dan jujur, itu makin membuat saya TIDAK NYAMAN

saya memang seperti ini keadaannya, tapi yang ada dipikiran saya hanya KAPAN SAYA PULIH ?? dan KAPAN SAYA BISA MASUK KERJA ?? lalu KAPAN SAYA BISA KEMBALI AKTIF DI GEREJA ??

untuk semua yang menjenguk saya, tidak ada 1 kata pun keluar dari mulut saya, tidak ada senyum dan salam tangan saya lakukan, saya bad mood setiap datang yang menjenguk. SORRY,, sungguh itu yang saya rasakan saat itu.

ketika berbaring, saya merasa seluruh tubuh saya normal, tapi saat saya mencoba buang air kecil ke toilet, TERNYATA jalan saya tidak stabil, canggung, sehingga mama harus memeluk/menuntun saya.. sampai sekarang ketika saya sudah di rumah..

saat dokter yang sempat melarang saya pulang akhirnya mengijinkan saya pulang, saya BAHAGIA, saya berusaha meyakinkan dokter bahwa saya sudah lebih baik, akhirnya saya pulang, tanpa berjalan kaki, dengan kursi roda menuju taksi, saya masih belum mampu stabil berjalan.

sampai saya membuat tulisan ini, kepala saya sempat pusing, tubuh saya tidak nyaman, tapi entah apa yang membuat saya kokoh membuat tulisan ini..

ketika 2thn lebih beberapa bulan yang lalu saya putus dari pacar pertama saya, tiap tahunnya di tanggal 29 Maret saya benci, saya jadi mengingat hal itu kembali, akhirnya selalu nangis,,

tapi tahun ini saya gak merasakan apapun di tgl 29 Maret, saya gak sedih, saya justru hebat bisa gak nangis,

jadi buat saya terimakasih kepada Tuhan Yesus yang membuat kecelakaan ini menjadi hal yang bisa membuat saya berhenti mengingat hubungan saya dengan pacar pertama saya itu, berhenti membuat saya menangis, dan saya merasa mulai saya siuman di rumah sakit, saya sadar bahwa saya sudah di rancang ulang, hati saya sudah bebas, pikiran saya bersih dan sekarang Puji Tuhan saya lebih fokus pada hidup saya yang harus saya berikan sepenuhnya bagi kemuliaan Tuhan saya.