Sebegitu mengerikankah sebuah bangunan yang fungsinya untuk beribadah didirikan ???
Atau mereka yang melarang KERAS itu jangan-jangan ada penyakit aneh dalam dirinya, seperti alergi dengan pendirian tempat ibadah, mungkin ? gak tau juga lah ,, klo ditanya apa alasan mereka, , mereka pun gak bisa jawab dengan TEGAS ,, melitat-melitut, ngalor-ngidul dan mengarang bebas aja mereka buat alasan , hoh ...
cerita masa lalu sedikit,,waktu itu saat bapa baru bertobat,,,,bapa jadi seorang bapa yang bener-bener keren dimataku saat itu,,ke-RADIKAL-an bapa ke Tuhan Yesus sangat luar biasa,, gereja kami di Halim dulu hanya sebuah rumah kecil (rumah tinggal Gembala Sidang : Alm.Amang Pdt.Sianturi),, kemudian kabar tentang tanah garapan dipondok kopi sampai ke telinga bapa,,dengan antusias bersama Hamba-hamba Tuhan yang lain dan Alm Gembala Sidang pun bekerja sama dan dengan sukacita membangun sebuah tempat ibadah,, aku saat itu masih sangat kecil,,belum begitu mengerti dan mulai mengerti saat melihat kembali foto-foto saat bapa yang jadi "tukang bangunan gereja" mama akhirnya menceritakan semuanya,,,banyak keringat dan peluh di wajah bapa,,tp semangat yang menyala-nyala tersirat di mata bapa,,dan akhrnya gereja pun berdiri,,namun dengan tanpa basa-basi gereja kami diratakan dengan tanah,,habis sudah,,semua kerja keras dan semangat mereka hancur bersama dengan hancurnya gedung gereja itu,,,
dan tentu saja,,kami gak bisa berbuat apa-apa,,tanpa memikirkan yang lain,,kembali bapa punya kerinduan untuk memperbesar tempat ibadah kami di Halim (rumah Alm Gembala),,rumah itu pun dibuat bertingkat,,karena diwilayah tersebut selalu banjir jika turun hujan,,sambil membangun sambil banjir-banjiran,,pernah suatu kali di hari Minggu,,kami ibadah,,saat ibadah selesai hujan turun,,dan banjirlah rumah gembala dan sekitarnya,,dan supaya bisa pulang masing-masing bapa menggendong anaknya dipundak,,karena klo terlalu lama nanti banjirnya makin tinggi,,aku juga digendong bapa waktu itu,,disitu terlihat sekali perjuangan anak-anak Tuhan yang ingin ibadah,,termasuk keluarga aku,,kenapa gak cari tempat ibdah lain/gereja lain yang gak ngeribetin dan banjir kaya gitu??? tiap jemaat di Halim pasti punya jawaban di hati mereka masing-masing,,akhirnya,,,selesailah gereja dilantai dua rumah Gembala,,, dan kami beribadah,tiap minggu makin bertambah jumlah anak Tuhan yang beribadah dan gerejapun penuh ^^..
itu baru cerita waktu aku dan keluargaku gereja diHalim,,,
inilah cerita kedua,,
here we go ^^
kamipun meninggalkan gereja Halim karena bapa terpanggil untuk membuat cabang dan membuka sidang baru,, tentu saja belum ada tempat,,yang ada hanya PANGGILAN TUHAN ke bapa aku,, dimulai dari ibadah perdana (klo denger kata perdana pasti MERIAH dan HEBOH) tapi ini dilaksanakan di sebuah rumah kontrakan 3 petak dengan jemaat bapa,mama,aku(1SMP),tari(3SD),andre(2tahun),,pernah ceriitanya saat bapa kotbah,, mama kebelakang sebentar,,aku ikut mama eh tari juga ikut,,tinggallah andre yg berusia 2thn sedang main gitar mainannya didepan bapa yang sedang kotbah(kebayang gak),,,ibadah tiap hari Minggu berjalan dan aku berdoa tepat setelah 1 bulan kami kebaktian dirumah,,aku dipilih bapa doa pembukaan, isi doaku seperti ini "Tuhan Yesus yang baik,,klo memang bapa benar2 dipilih Tuhan dan Tuhan mau pakai bapaku ini,,kirimkan jemaat selain mama dan adik2 aku ini Tuhan,,"
kemudian Tuhan mulai beraksi,,minggu depannya datanglah sepasang suami istri bertamu kekontrakan kami (bukan krn mau ibadah),,langsung bapa sukacita,,krn menurut bapa itulah tanda yang Tuhan berikan atas jawaban doa aku minggu yg lalu,,bapa pun memilih suami istri terbut menjadi bendahara kami,, mereka menerimanya tanpa banyak pertanyaan,,lalu,,,
bapa bertanya sehabis ibdah kepada mereka ,,
dan mereka menceritakan bahwa mereka hanya ingin bertamu saja,,
bapa tanya "apa yang kamu mau minta ke Tuhan yang sangat kamu inginkan saat ini ?" ....
mereka menjawab "kami sudah 2thn berkeluarga namun belum dikaruniai seorang anak,,kami ingin seorang anak,,"
bapa berkata "liat kalender itu lingkari kapan kamu ingin Tuhan berikan seorang anak"
mereka melakukannya (saya lupa kapan),, namun tepat seperti yang mereka lingkari,,akhirnya sang istri mengandung seorang anak,,,doa kami terjawab,,itulah karya Tuhan pertama di gereja kami,, mulai saat itu jadi makin bertambah orang yg beribadah kerumah kami,,sampai ke teras rumah,,untung saja saat itu pemilik kontrakan dan warga sekitar sangat bertoleransi,,jadi kami aman beribadah,,
Akhirnya Ketua Sinode sekaligus Gembala Sidang pusat pun memberi kami untuk melakukan kebaktian di ibadah ke tiga di gereja Pusat,,selama kurang lebih 2 thn kami beribadah disitu,,kami mengisi ibadah jam 2 siang,,padahal jam-jam segitu adalah waktu paling enak untuk tidur/istirahat namun jemaat kami sangat antusias,,dan ibadah pun ramai,,
setelah 2 tahun di gereja pusat,, kami pun pindah ke sebuah ruko bernama Ruko Bougenville,,kami beribadah selama 1 thn di ruko tersebut,, sampai akhirnya secara mendadak ruko tersebut dijual dan kami terpaksa pindah lagi ibadah ke rumahku yang sudah pindah ke daerah pondok kelapa,,Puji Tuhan sudah gak 3 petak lagi ^^..
selama 2 minggu kami ibadah dirumah baru itu(kami baru pindah rumah kedaerah tersebut),,masyarakat sangat resah,,terlebih ada bisik-bisik "ngapain mereka dirumah itu? kok bawa-bawa Alkitab? kok jumlahnya makin banyak ?" warga resah dan melapor ke RT&RW,,kebetulan sebelah kanan,kiri dan depan rumahku adalah mereka yang fanatik dengan agama mereka,,warga melapor sampai akhirnya terdengar ancaman bahwa rumah kami akan dibakar jika terus ada ibadah tiap minggu(padahal kami menyanyi dengan suara yang sangat-sangat pelan),,sampai rumahku dilempari batu saat sedang ibadah,,Tuhan tentunya gak tinggal diam melihat keadaan ini,,ada seorang jemaat yang diam-diam berkomunikasi dengan seorang dokter yang baru mendirikan Rs.Ibu & Anak,,namanya dr.Euis,, setelah jemaat tersebut menceritakan semuanya,,sang dokterpun memberikan sebuah aula untuk kami beribadah,, maka minggu depannya kami sudah tidak beribadah dirumah lagi,,kami beribadah di aula Rs.Ibu & Anak dr Euis .. kami bebas bersorak-sorai memuji Tuhan,,jumlah kami makin bertambah dan gak muat lagi,,sang dokter punya inisiatif membeli sebuah ruko disamping Bank DKI pangkalan jati,,ruko pun jadi dibeli dan diubah menjadi sebuah ruang ibadah lengkap semuanya,,
Kamipun memakai ruko yang diberi nama Ruko E'elegance tersebut perdana tepat di hari natal,,semua aman terkendali sampai akhir acara,,namun saat minggunya kami kembali ibadah,,warga sekitar ruko tidak senang dengan keberadaan kami,, mereka melapor ke RT&RW,,minggu berikutnya saat ibadah akan dimulai dan jemaat sudah berdatangan,,datanglah pak RW dengan pak RT ,, hanya memakai kaos putih dan celana pendek masuk kedalam ruko dan memanggil-manggil bapa saya,,bapa turun dan mereka bicara diluar ruko,,jemaat dan saya saat itu hanya menyaksikan dari dalam ruko dilantai 2,, aku saat itu sangat ketakutan dan deg-degan "apa yang sdng terjadi ini?" aku turun ke bawah dan mendapati bapa sedang dicaci maki didepan mataku & bapa hanya diam dan tersenyum,, pak RW menunjuk-nunjuk wajah bapa dengan jarinya sambil mencaci,,dan bapa hanya bisa memohon agar ibadah saat itu bisa tetap berjalan,,bapa memohon dengan sangat karena jemaat sudah siap didalam ruko untuk ibadah,,
bapa berkata : "saya mohon pak,,jemaat saya sudah berada didalam dan ibadah akan dimulai,,saya mohon ini untuk yang terakhir kalinya kami memakai ruko ini"
pak RW : "saya gak mau tau ! (masih nunjuk-nunjuk muka bapa) karena warga merasa tidak nyaman, dan saya juga tidak mau tanggung jawab klo ibadah tetap berlangsung warga akan beraksi , jadi hentikan dan suruh yang dalam itu untuk pulang sekarang juga !!!
bapa : "saya mohon pak,,kami hanya doa saja sebentar,,1jam pak"
pak RW : "tidak bisa itu terlalu lama, nanti warga akan beraksi,dan saya tidak mau tanggung jawab !!!"
bapa : "baik pak, setengah jam saja"
pak RW : "cepat saya tunggu disini "(masuk kedalam dan duduk dikursi dilantai 1)
saat itu yang WL adalah adikku (tari),, aku memimpin sekolah minggu ,, sungguh ibadah yang sangat mengharukan,,,semua jemaat menangis,,tari hanya membawakan 2pujian,,langsung dilanjut dengan kotbah bapa yang hanya 15 menit,,kotbah yang menguatkan iman kami semua,,jemaat tetap fokus dan para wanita tak bisa menahan air mata kesedihan mereka sepanjang ibadah,, ibadah selesai kurang dari 30 menit karena dibawah pak RW sudah teriak-teriak ..
akhirnya kami belum bisa mengurus ijin untuk ibdah diruko itu sampai sekarang,, dan aku merasa sangat tak berguna,, rasanya aku ingin melakukan sesuatu tapi tidak bisa,,bapa dan mama sudah melakukan berbagai cara termasuk berdoa tiap hari keliling daerah ruko,,namun ijin belum kunjung kami dapatkan,, kami semua yakin bahwa ada rencana indah Tuhan untuk kami,,,
yang hebatnya : jemaat kami selalu setia,,memang ada 1 atau 2 keluarga yang tidak ibadah bersama kami lagi sejak kejadian di ruko e'elagance itu ,,namun masih ada jemaat yang setia sampai saat ini,,mereka jemaat yang kuat,,jemaat pilihan Tuhan,, yang setia digembalakan oleh bapa,,
akhirnya kami kembali beribadah di aula Rs.Ibu&Anak dr Euis meskipun diruangan yang tidak besar dan panas,,tapi Roh kami selalu menyala-nyala untuk memuji dan menerima Firman Tuhan..
Tuhan,,jadikan kami setia,,dan kami akan terus berjuang sampai akhirnya Kau dapati kami tetap setia....
jamah hati mereka Tuhan,, mereka yang tidak pernah mau melihat anak-anak Tuhan bebas beribadah,, sekarang makin banyak anak-anak Tuhan ditempat lain mengalami hal yang sama,, tapi anak-anak Tuhan ini gak akan pernah membalas kebencian mereka,,kekerasan hati mereka,, para Gembala / Pendeta / anak-anak Tuhan hanya bisa tersenyum menanggapi kebencian, amarah & caci maki mereka,,
B'ri kami percaya Tuhan bahwa ada pelangi sehabis hujan ^__^
kesaksiannya menyentuh De. Tp yang kaya gini malah menghasilkan jemaat yang militan, percaya deh! Siip ya, keep serving our God!
BalasHapus