pada kesempatan ini, perkenankan saya untuk CUAP-CUAP tentang "JAHAT"
melihat semua yang telah saya lalui, saya punya pemikiran sendiri dalam mendeskripsikan kata "JAHAT"
- "JAHAT" ketika difitnahkan kepada kami hal-hal yang sama sekali tidak benar (baca : 100% salah)
- "JAHAT" ketika "para PRO" yang sepertinya sependapat dengan kami di depan kami, namun dapat dengan cepat berubah menjadi "para KONTRA" ketika di depan banyak orang
- "JAHAT" ketika sebenarnya tau bahwa kami benar namun bersaksi dusta tentang kami hanya demi materi / kepuasan jasmani
- "JAHAT"ketika kami menawarkan kebaikan namun di tolak bahkan akhirnya berbalik menyerang kami, bersekutu dengan banyak pihak untuk membuat kami jatuh
- "JAHAT" ketika didepan banyak orang mencium & memeluk kami seakan segalanya telah membaik namun akhirnya terus-menerus mencuci otak banyak pihak untuk tidak menyukai kami
- "JAHAT"ketika menggunakan kekayaannya untuk mencari orang-orang yang butuh berkat agar akhirnya tidak ada alasan untuk tidak menuruti mereka ikut melakukan kejahatan bagi kami
- "JAHAT"ketika hanya berani memperguncingkan kami dibelakang kami namun tidak pernah menegur secara langsung di depan kami
- "JAHAT" ketika sebuah sandiwara disusun oleh sesama mereka agar kami terlihat lemah rohani dan mereka sangat kuat rohani
- "JAHAT" ketika tidak pernah henti-hentinya menyakiti dirinya sendiri dan keluarganya dengan membenci setiap tingkah laku kami
- "JAHAT" ketika sangat vocal berkata "BAPA SAYA SALAH" jika ada Firman Tuhan yang disampaikan oleh bapa saya dan merasa itu ditujukan untuk mereka, padahal ditujukan untuk semua yang mendengar, mereka merasa dihakimi / tersindir akhirnya tersinggung, yang harusnya mereka sukacita karena masih bisa merasakan Firman Tuhan bekerja membentuk pribadi mereka walau awal-awal merasakan tidak nyaman (baca : keluar dari zona nyaman yg hanya mau mendengar yang manis-manis yang pada akhirnya memabukkan mereka dalam dosa) beruntung bapa punya mama yang menopang dan berkata "kamulah yang berbahagia papa ketika oleh karena memberitakan Firman Tuhan papa dibenci orang"
- "JAHAT" ketika membuat mama saya serba salah dan akhirnya tidak kuasa berbuat apa-apa tapi mereka berbuat sesuka hatinya mengguncingkan mama dibelakang (mama hanya bisa diam, berdoa dan menangis pada Tuhan)
Akan masih banyak lagi hal-hal "JAHAT" terjadi dalam kehidupan kami, tapi kami tidak pernah kecut, tidak akan pernah takut, tidak akan pernah kuatir dan tidak akan pernah merasa lemah + sendiri. Karena kami percaya ada Pribadi yang memperhatikan kami, yang ikut merasa sedih saat kami sedih, ikut merasa sukacita saat kami sukacita, ikut merasakan setiap apapun yang kami alami selama kami hidup. Pribadi yang tak penah diam mencukupi kebutuhan kami. Pribadi yang ikut menangis saat kami direndahkan. Tidak perlu melawan / berontak, cukup tetap berada dalam jalanNya, seturut FirmanNya. Karena semua itu menjadikan kami pribadi yang tangguh didalam Tuhan bukan untuk kelihatan tangguh dihadapan manusia.
Kamilah yang berbahagia :)
Salam Kasih
Benita Naomi Martgiovani Saragi
10 Januari 2012, dikantor, 11.15 a.m
Tidak ada komentar:
Posting Komentar