Rabu, 01 Februari 2012

Minoritas & Mayoritas, Kristen & Islam, Karismatik & Konvensional

syalom sodara-sodara yang dikasihi Tuhan :D
Boha Kabar ? (bhs Batak)
Piye Kabare ? (bhs Jawa)
How Are You ? (bhs Inggris)
Apa Kabar ? (itulah bahasa Indonesianya) ^___^

Puji Tuhan klo kabar saya baik-baik saja :)

Judul "cuap-cuap" saya kali ini Minoritas & Mayoritas, Kristen & Islam, Karismatik & Konvensional


saya cuap-cuap bukan untuk mencari sensasi / popularitas yaa :D
saya hanya ingin menyalurkan apa yang ada dalam benak saya mengenai 6 kata yang saya bold dan cetak miring


Tidak ada niat sama sekali untuk memperkeruh apa yang sudah keruh, 
atau 
memprofokasi pihak manapun, 
karena saya tau hal-hal diatas sangat sensitif untuk di-per-cuap-kan .. 
jadi permisi yaa,, excuse me, kulonuon,, heheheheee...

Jadi saya ngga akan bahas satu persatu kata diatas, ngga mau juga bikin pandangan tentang perbedaan ditiap kata tersebut. Saya hanya ingin supaya kita selalu berfikiran positive tentang satu sama lain, tidak egois (mau dihormati tapi ngga mau menghormati, mau dihargai tapi ngga mau menghargai), 

melainkan.. kita bisa menganggap yang lain lebih penting dari kita atau minimal sama lah pentingnya dengan kita, kalo hal ini dimiliki oleh setiap kita maka ngga ada kesempatan bagi iblis untuk memanfaatkan perbedaan yang ada, klo celah kita tutup mau lewat mana lagi si kurang kerjaan alias iblis untuk memecah belah kita..


Filipi 2 : 4 "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga"
Di ayat tersebut udah jelas bunyinya adalah LARANGAN, larangan untuk ngga egois........

Jangan sedih,,, ngga cuma ada LARANGAN tapi juga ada PERINTAH, mari lihat di Filipi 2 : 3b
"Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;"
Coba deh dibayangin dulu,, klo saya menganggap kamu lebih penting, dan kamu menganggap yang lain lebih penting, dan begitu juga seterusnya, ,  apa ngga indah tuh ? Indah banget lah pastinya :) Jadi ngga ada lagi kata "Sensitif" karena perbedaan kita pandang sebagai suatu jalan bagi kita untuk bisa memahami orang lain, mengerti orang lain :)

Temen-temen yang lagi baca .. 
Saya : "Tuhan ijinkan semua perbedaan itu"
Kamu : "Kenapa ???, harusnya ada alasannya dong,,"  
Saya : "Ada kok .."  :)

Tuhan adalah Bapa yang baik. Dia seperti seorang ayah yang punya banyak anak. Suatu waktu pasti anak-anaknya berantem. Tapi, sang ayah tetap sayang sama semua anaknya
Begitu juga dengan Tuhan. Tuhan nggak bilang, “Yang ini yang benar, yang itu salah, yang itu benar...” Tuhan tetaplah Bapa untuk semua anak-anak-Nya, en Dia tetap bilang, “Hei.. kamu lakukan yang terbaik ya. Kamu juga, kamu juga, kamu juga… Itu udah cukup.” Apa intinya? Lakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan dengan iman, en itu udah cukup buat Tuhan. Gak perlu saling menghakimi. Kalau kita nggak tahu segala sesuatu, kita jangan menghakimi. Nggak usah juga saling debat,  karena debat cuma akan buang waktu, plus gak ada hasilnya :)

okeh.. gitu aja kok,, ngga perlu dipanjangin lagi :)

God bless us

Benita Naomi Martgiovani Saragi
01 Februari 2012, dikantor, pukul 9.45 a.m




Tidak ada komentar:

Posting Komentar